Rabu, 08 April 2009

FLOWING IMAGINATION

andai gue bisa menjadi burung terbang kesana kesini
kelangit yang paling atas merasakan kedamaian yang dalam
tak perlu susah susah daku memikirkan hari esok karena semuanya itu sudah tersedia

andaiku bisa membaca pikiran orang lain
jadi daku bisa memenuhi keinginan mereka
memberi hiburan kepada mereka
itulah kesukaanku
ketika ku lihat senyum bahagia mereka
daku juga merasakan damai dan sukacita

---------**lagi chatting ____bersambung**

Lama sudah tak berkunjung

Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu di lewatkan dengan begitu saja,,

Sudah 2 minggu gue sakit sakitan, kondisi lagi lemah buanget karena suka tidur malem malem kaya sekarang ini.

Perasaan gue campur aduk banget dan kadang gue sampe kaga bisa tidur mikirin ini lah itu lah,,((secret mboo))
Memang ati kalo diturutin bakal kaga ada abis abisnya hikz hikz,,

Gue merasa down banget hari hari ini bikin gue jadi tidak pede dengan adanya penampilan gue mulai ada timbul rasa minder. huih. pokoknya sangat trembling banget!

Alhasil gue jadi kurang bersosialisasi sama temen - temen ,, kayanya uda kaga peduli sekitar gitu. Bener bener uda masa bodo... mau orang bilang ape kek,,, asal lewat aje... tak gue perhatiin,,

Mau perhatian sama orang lain kek mau eliatin sampe detail kek,, see the latest updates in school karena gue kaga masuk ke sekolah lumayan bnyk..

but who cares?? gue lge bergumul sendiri boro2 gue peduliin sekitar gue.. diri gue masih belum beres maka itu gue mau menyendiri dulu untuk berpikir jernih..

Tapi susah untuk menghadapi kenyaataan di dunia ini.. uda kaya candy aje,, elo makan ntuh candy cane and elo pikir,,, "oh life is good" tapi kalo itu sudah merusak gigi elo,,"life is OUCH!"

kadang gue merasa kaya gitu well bukan kadang lage sering..
Perasaaan ini yang selalu menghantui gue and makes gue depressed
well mostly i'm concern about my future,,
iyeeee,, gue uda tau bahwa segala masa depan kita di tangan Tuhan,,
but the decision ntuh di tangan kita,,
that's the hardest thing,,((in most part))

ingin banget rasanya keluar dari sekolah and find more adventure and challenge,,, explore dunia kaya ape sich? and belajar dari pengalaman and ngarang buku,, ckckck,,

well memang sound kiddie bgt tapi memang itu yang gue harapkan ,,,
happy life eith friends that stick together,, yang selalu wacth out each others back,,

pokoknya happy life and adventure!! haaha,, enak juga yee jadi orang famous kaya artis bisa skip class gara2 ada syuting ato photo untuk terpampang di majalah2,, asyikkk,, modal hanya Public Speaking,,Acting,, Personality,,seni,,, asyikk,,, that's what i like !! bisa idup gue kalo kaya begitu mahhh,,hihi,,,

kaga tau juga dagg,, belom pernah jadi artis tapi andai kata kalo gue kaya gitu,,, asyikkkk,, tapi gue mau ubah film2 indo yang isinya itu itu doang dari hari ke hari,, wakakakak,,,,

yang lebih hih level,, **wish i had more money,, to change the quality of the film,,

hehe,, cukup sudah ngarul idulnya,, hihi

gue hanya mau menjalankan apa yang menjadi tugas gue di dunia ini dan berkarya sebanyak banyaknya untuk memberkati orang lain,, ((hihi))

GOD bless,,

Kamis, 02 April 2009

Hal yang Membuatku Bertahan

Hari yang cerah perlu kita syukuri, tanda sebagai Tuhan yang sudah memelihara kita dengan baik. Tuhan pasti menyediakan masa depanyang cerah. Setiap kali orang bertanya kepada saya ,” Jurusan apa yang kamu mau ambil, mel?”, dan saya menjawab kedokteran di China.
Terlihat ada hening beberapa detik seolah-olah mereka tidak percaya saya mengatakan hal yang baru saja keluar dari mulutku. Saya mengerutkan dahiku , mencondongkan kepalaku , mengarahkan telingaku kepada mereka dan berharap mereka mendukungku tanpa ragu.
Kuperhatikan reaksi mereka, matanya yang terpaku dengan ucapan bibirku, tangannya yang tadinya melakukan megerakan menjadi beku terancam, mulut mereka yang membuka lebar seakan ada angin topan di depan mereka (untung saja mereka tidak menjerit histeris).
Lalu dalam sejenak salah seorang dari mereka berkata, “ Apakah kamu serius ingin mengambil jurusan ini?” , tadinya saya begitu yakin saya akan menjawab “ya” kepada mereka. Tapi karena reaksi mereka yang saya lihat dan perhatikan memberikan dampak negative dan berkesan tidak mendukung saya berkata “tidak tahu”.
Sangatlah menyesal saya berkata “tidak tahu” kepada mereka, padahal saya ingin sekali belajar tentang kehidupan manusia. Kita bisa membuka wawasan yang lebih besar dari sebelumnya, kedokteran itu bisa bermacam – macam dan kriterianya sangat luas. Jangan terpaku dengan kerja praktek saja, bisa banyak macam – macam lagi.
Saya sering menonton bencana – bencana alam yang terjadi dan saya ingin sekali menjadi dokter yang menolong setiap orang – orang yang terluka. Karena kita tidak tahu kapan dan bagaimana kita harus waspada terhadap masa mendatang kita bisa menolong banyak orang dengan ilmu yang kita pelajari.
Pengalaman , itulah yang saya cari dari hidup ini. Bukan uang atau pangkat atau jabatan, tapi pengalaman dalam menangani berbagai macam kasus – kasus. Sehingga kita bisa mengetahui banyak trik dalam menolong orang dan belajar dari pengalaman – pengalaman kita atau bahkan pengalaman orang lain.
Mungkin sekarang saya berada di badai keraguan, diriku bertanya “Apakah aku berada di jalan yang tepat?”
Saya berpikir sejenak dan saya melihat Tuhan membuka jalan mulai dari hal –hal yang kecil Dia member saya clue semenjak saya kecil.
Dulu ada seorang pendeta yang berkotbah begitu antusias, dia bercerita tentang hati misionaris bagi bangsa – bangsa. Dan entah kenapa diriku tergerak dan saya memilih China. Saya piker – piker kenapa saya memilih china? Sepertinya sekarang saya bingung dari mana semua itu datang? Tak tahu kenapa diriku yang begini mempunyai beban untuk china?
Hal itu kadang menguatkanku karena seolah – olah itu akan tergenapi.
Beberapa kali Tuhan memakai dokter – dokter atau orang lain yang tidak ku kenal untuk menguatkanku dan memberikanku petunjuk jalan masa depan.
Sudah 4 dokter yang memberikan komentar bahwa aku cocok untuk mengambil bidang kedokteran. Tidak tahu apa karena mereka tidak mengenalku lebih baik atau apa. Tapi mereka berada di tempat yang berbeda dan orang yang sangat asing menurutku. Dan itu terjadi beruntun.
Itulah hal kedua yang selalu menguatkan saya.
Hal ketiga yang membuatku bertahan untuk mengambil kedokteran adalah keluargaku.
Keluargaku selalu mendorongku untuk tetap maju dan memberikan dukungan yang sangat penuh. Keluargaku tidak seperti orang lain yang berkata mendukung di mulut tapi mengatakan hal yang sebaliknya dari bahasa tubuh mereka.